Senin, 20 Maret 2017

Nilai-nilai Universal Bisnis Rasulullah Muhammad SAW

Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau dalam bidang bisnis dan entrepreuneurship. Muhammad SAW lebih dikenal sebagai  seorang  rasul,  pemimpin  masyarakat  atau  negara, dan  pemimpin  militer.  Padahal, sebagian  besar  hidup  kehidupanny sebelu menjad utusa Alla SW adala seorang pengusaha. Muhammad SAW telah memulai  merintis karir  dagangnya  ketika berumur 12 tahun dan memulai  usahanya  sendiri  ketika  berumur 17 tahun.  Pekerjaan ini  terus  dilakukan  sampai menjelan beliau  menerim wahyu  (belia berumur  sekitar  3 tahun) Denga demikian Muhammad SAW  telah berprofesi  sebagai  seorang  pedagang  selama  ±25 tahun  ketika  beliau menerima wahyu. Agka ini sedikit lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung selama
±23 tahun.2
Bahkan aspek  bisnis  Muhammad  SAW  ini  juga  luput  dari  perhatian  kebanyakan  orientalis. Mungkin karena  dianggap  kurang  kontroversial  dan  tidak menarik  dalam perdebatan  teologis. Sebagian  merekajuga  sering  melancarkan  serangan  terhadap  pribadi  Muhammad  SAW  tetapi jarang sekali yang mengkaji secara mendalam prilaku bisnis beliau.
Kesuksesan Muhammad saw. Dalam melakukan kegiatan bisnisnya dilandasi oleh 2 pokok, yaitu kepribadian yang  amanah dan terpercaya, serta  pengetahuan dan keterampilan yang  mumpuni. Dua hal ini poko pola yang  menjadikan nabi Yusuf mampumembangun kesejahteraan masyarakat sebagaimana terdapat dalam al-Quran surat yusuf ayat 55 yang artinya:
Berkata Yusuf, jadikanlah  aku bendaharawan  negara (Mesir), sesungguhnya  aku adaah  orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.
Kedua hal pokok diatas merupakan pesan moral yang bersifat Universal yang uraiannya sebagai
berikut:
1 Shiddiq, yaitu benar dan jujur, tidak pernah berdusta  dalam melakukan berbagai  macam
transaksi bisnisnya. Larangan berdusta, menipu dan mengurangi takaran timbangan, dan mempermainkan kualitas akan menyebabkan kerugian yang nyata baik di dunia mauoun di akhirat nanti, sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Quran surat al-Muthaffifin ayat 1-3. 
kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka  mengurangi.

Bagi pebisnis yang jujur, Rasulullah SAW memberikan sebuah kabar gembira sebagaimana dikemukakan dalam sabdanya:
Pedagang yang jujur dan terpercaya akan berdama para Nabi para shadiqin, orang-orang yang mati syahid dalam peperangan dan orang-orang yang shaleh (kelak di dalam surga). (H.R Tirmidzi)
2 Kreatif, berani  dan percaya  diri, yaitu berusaha untuk emenemukan peluan-peluang  yang baru  yang  prospektif  dan  berwawasan  masa  depan  dengan  tidak  mengabaikan  prinsip kekinian. Hal ini yang mungkin yang dapat dapat dilakukan bila ia memiliki kepercayaan diri dan keberanian untuk berbuat  sekaligu siap menanggung  berbagai  macam risikio  yang timbul darinya.

1  Wa tt. Montogmery. 1974 . Muhammad: Prophet & Stateman. USA: Oxford Uni vers i ty Pres s .
2  M. Sya fi i Antoni o. 2008. Muhammad SAW the Super Leader Super Manager. Ta zki a Mul ti medi a & ProLM Centre.

Sifat ini merupakan paduan antara sifat amanah dan fathanah, yang sering di terjemahkan dalam nilai-nilai  bisnis  dan  manajemen  yang  bertanggung  jawab,  transparan,  tepat  waktu,  memiliki manajemen bervisi, manajer dan pimpinan cerdas.
3 Tabligh, yaitu mampu berkomunikasi denga baik yang juga diterjemahkan dengan bahasa
manajemen dengan istilah  supel, cerdas,  deskripsi  tugas, delegsi  wewenang, kerja  tim, cepat tanggap, koordinasi, kendali, dan supervisi.
4 Istiqomah, yaitu secara konsisten menampilkan dan mengimplementasikan nilai -nilai diatas walau  pad kenyataanny banyak  mendapat  godaan  dan  tantangan Hany dengan istiqmah dan mujahadah, peluang -peluan bisnis yang prospektif  dan menguntungkan akan selalu terbuka lebar.
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(al-Ankabut: 69)
Menghadirkan   dan  mengimplementasikan  strateg bisni Rasulullah  SAW  pada  saat
sekarang  akan tetap relevan dan aktual. Sebab, prinsip-prinsip yang telah dibangun merupakan prinsip yang  bersifat universal dan komprehensif yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta individu atau agama tertentu.
Berdasarkan  uraian  diatas  dapat disimpulkan bahwa  apa  yang  dilakukan seseorang  didunia akan berimplikasi terhadap kehidupannya di dunia dan di akhirat kelak. Dunia ini adalah “ladangdan manusia adalah petani yang  menggarap “ladang itu, hingga kelak di akhirat akan disemai ladang itu, oleh sebab itu menggarap ladang tersebut haruslah dilakukan deng an cara yang benar, baik, tepat dan akurat sesuai dengan prinsip-prinsip universal yang sudah di contohkan oleh rasul, agar kelak mendapat kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Nabi  Muhammad SAW sejak dari kecil sudah di didik untuk hidup mandiri dan berwirausaha. Saat itu beliau  sudah mengembala kambing di kalangan bani Sa ad dan juga di Makkah dengan imbalan  uang  beberapa  dinar padahal  beliau  hidup  ditenga h  keluarga  yang  berkecukupan. Keluarga  ayahnya  adalah pembesar suku Quraisy.  Namun beliau telah menunjukan kepada kita karakter kepemimpinan yang telah dibina sejak kecil.
Perkataan  jujur  Muhammad  SAW,   kredibilitasny dan  kemuliaan  akhlak  mulianya serta
mengedepankan  etika  bisnis  Islami,  dengan  cara  menjauhi  dan  menghindari  kezaliman,  riba, berbuat curang, penipuan, gharar                 dan ghabn sudah menunjukan kepada kita bagaimana caranya menciptakan  dan membangun brand image positif bahkan sebelum beliau menjadi seorang nabi dan Rasul. Saat brand image seseorang terbangun  dengan positif, maka pada saaat berbisnis pun orang percaya kepada kita, dan prinsip shiddiq, amanah, fathanah, tabligh, serta istiqomah adalah elaborasi dari ketauhidan yang lurus, akhlak yang mulia, dan syariat yang benar.